Senin, 22 Februari 2010

Tapi Mas... Nabi Kan Sudah Meninggal ?

Cerita di bawah ini menceritakan karanagn dari waspada354 yang menceritakan bahwa di LDII mengajarkan untuk tidak mempercayai Nabi Muhammad sholallohu 'alaihi wasallam. Anda yakin bahwa LDII mengajarkan hal itu?

Anda boleh datang ke tempat pengajian LDII di mana saja, kapan saja, terutama saat sedang mengadakan pengajian. Yang diajarkan di LDII adalah Qur'an (dari Alloh) dan hadits (dari Nabi). Terutama saat pengajian hadits, Anda akan sangat sering mendengar dibacakannya hadits-hadits dari nabi, dan seringnya terdengar sholawat Nabi (sholallohu 'alaihi wasallam) yang dibaca oleh para warga LDII saat mengaji. Kenapa sering terdengar? Karena saat membacakan hadits, setelah membacakan isnad (urutan penyampaian hadits), biasanya akan ada : bersabda Nabi sholallohu 'alaihi wasallam, yang akan diikuti oleh para warga LDII.

Dari sini, bisa Anda lihat, siapa yang membuat berita bohong. Siapa yang mengajarkan untuk tidak percaya dengan Nabi Muhammad?

Semoga waspada354 diberikan hidayah oleh Alloh, dan tidak terus menjelek-jelekkan sesama kaum muslim.


===========================
Kisah Nyata, kiriman saudara Joko ( Nama Panggung )

Di suatu daerah di Jawa Barat...

Malam itu, Mas Joko sedang menunggu Kang Ujang, tukang pijit langganannya..

setelah beberapa lama....

Kang Ujang : "Assalaamu'alaikum.." menyapa Mas Joko

Mas Joko : "Wa'alaikum salaaam...Ya masuk mas.."

Kang Ujang : "Bagaimana kabarnya Mas ? .."

Mas Joko : "Ya.. Alhamdulillaah baek baek aja sih.. cuman badan pegel pegel nih.. makanya saya telpon Kang Ujang .. biar diservis dulu..."


Mas Joko dan Kang Ujang adalah sama2 warga 354.. ngaji dimesjid yang sama.. istilah LDII / 354 adalah "satu kelompok"


.... sambil mijit2... setelah beberapa lama ngomong ngalur ngidul... basa basi ...gak tau juntrungannya... akhirnya Kang Ujang memberanikan diri bertanya tentang suatu hal yang saat itu sedang ramai dibicarakan orang... tentang apakah gerangan ? itu lho... kata jamaah sak kelompok, si Mas Joko ini sekarang sudah terpengaruh salafy !
(hiyyy.. sereeem !)

Kang Ujang : "gini mas... orang-orang kelompok bilang .. Mas Joko sudah terpengaruh salafy yah ?.."

Mas Joko : "ooh gitu ya ? mm ... emangnya apa yg saya lakukan yang dicap terpengaruh yah ? "

Kang Ujang : "iya mas.. saya gak enak nanya in nya.. tapi.. kata orang2 kelompok.. mas sholatnya udah beda sekarang... sekarang sedakepnya di dada ... dan kalo solat pake gamis dan sorban lagi...." menyapa Mas Joko

Mas Joko : "oo itu.. kalo soal sedakep.. kadang2 saya sedakepnya didada .. kadang2 diatas pusar .. yah niatnya sih mengamalkan beberapa hadits.. karena contohnya bacaan doa istiftah.. itu juga saya selang seling... biar bisa mengamalkan beberapa sunnah... kalo soal gamis dan sorban.. lho bukannya jamaah (ldii) juga udah biasa dengan itu? walaupun mereka pake sorban / gamis nya pas jumatan atau setahun sekali pas i'tikaf dan sholat ied ? "

Kang Ujang : "iya sih.. tapi kan.. beda mas sama yang laen.."

Mas Joko : "oo maaf yah.. sebelumnya saya udah mikirin ini sih.. apa mungkin timbul keributan.. karena saya beda...tapi tetep aja saya lakukan karena saya husnudzhan.. jamaah (ldii) itu kan ngerti agama.."

Kang Ujang : "kalo saya sarankan sih mas gak usah lagi seperti itu.. kita ikutin arahan bapak Imam aja.."

Mas Joko : "kalo untuk alasan mencegah keributan.. ya saya sih mau aja solat seperti dulu lagi.. sedakepnya selalu di atas pusar..dan solatnya pake kaos lagi.. karena dulu gak pernah ada yg ribut tuh kalo saya solat pake kaos..

bahkan mubalighnya pake kaos bola aja semua santai2 aja tuh..

padahal niat saya sholat pake pakaian gamis dan sorban kan untuk menghormati Allah .. karena dalam sholat kita ini sedang menghadap Allaah...lagian saya gak selalu pake gamis kok.. kadang2 pake koko dan peci juga..."

Kang Ujang : "Iya mas.. saya juga ngerti.. tapi ini kan IJTIHAD !.." mulai memaksa

Mas Joko : "saya hormati ijtihad bapak imam, tapi yang saya amalkan ini kan dari hadits shohih.. berarti dari Nabi Muhammad...."

Kang Ujang : "tapi mas... Nabi Kan Sudah Meninggal ?...."

Mas Joko : " Nabi Sudah Meninggal ?... Terus apakah Pak Nurhasan masih hidup ? " ...kata Joko terkaget-kaget


Kang Ujang terbengong2... gak bisa menjawab... dan mati gaya bin mati kutu...

Mas Joko sedih... dia sebenernya tau kalo dia di omongin bahkan di tahdzir sak kelompok karena mengamalkan sunnah Nabinya...

--------

sudahlah.. gak perlu diteruskan kisah nyata ini... dan gak perlu disimpulin lagi..

karena Tim Waspada 354 yakin dan husnudzhan bahwa para pemirsa dirumah eh pembaca blog tau lah kesimpulannya apa ...

yg satu sangat fanatik buta dengan pak Nurhasan... sampe mengamalkan hadits shohih pun dianggap salah.. ( dan yg kaya begini banyak lho di el de hi hi )

yg satu terlalu polos mengamalkan hadits shohih yang baru dipelajarinya di taklim ahlussunnah.. walau ia waktu itu masih nyangkut di LDII...

--------

Kalau mengamalkan hadits shohih dianggap salah..
Kalau mengikuti rasulullaah malah ditahdzir..
Kalau bukan Nabi dan Sahabat yang benar, terus siapa ?


NB ( Nambah Barakah ) :
1. si Joko Alhamdulillaah sekarang sudah 100% gak aktif di LDII, " makin lama ngaji makin bego ! katanya polos ... iya lah makin bego.. syubhatnya jauh lebih banyak dari ilmu yang benarnya..."

2. si Ujang sampe sekarang pun masih jumud.. belum ngerti haq2nya Allah, haq2nya Rasulullaah ... asal tetep rajin setoran duit dan nongol dimesjid pasti surga!

3. dan penonton pun kecewa melihat beberapa ulama LDII yang udah tau Al HAQ tapi gak berani menyampaikan .. " takut jamaah bubar ! kata mereka... "

Laa Haulaa Wa Laa Quwwataa Ilaa Billaaaah...
===========================

Selasa, 02 Februari 2010

Kalau Salafy itu Dibilang Salah, Berarti Pak Nurhasan Salah Juga Dong,,,,

Ada tulisan di internet yang ditulis oleh mantan warga LDII (sumber asli saya sertakan di bawah). Tujuan tulisannya kelihatannya menyudutkan LDII. Namun ternyata dia kurang pandai menulis, banyak hal-hal yang luput dari perhatiannya. Mari kita kupas satu per satu di sini.

1. Tidak ada satupun dari gurunya pak Nurhasan yang orang LDII.

LDII itu, sesuai namanya, adalah Lembaga Dakwah Islam Indonesia. Di sini saja jelas, bahwa organisasi ini hanya ada di Indonesia, di negara lain tidak. Apalagi LDII baru didirikan di Indonesia pada tahun 1972. Jadi, lucu saja kalau Bp. Nurhasan diisyukan belajar dari orang LDII, padahal waktu itu LDII belum ada. Yang benar adalah Bp. Nurhasan belajar dari ulama Mekkah-Medinah secara manqul musnad mutasshil. Jika para ulama ini disebut dengan Salafy, ya benar. Tapi apakah Salafy yang dimaksud itu adalah Salafy yang ada di Indonesia saat ini? Silakan lihat penjelasan nomor 2.

2. Kalau semua gurunya Pak Nurhasan Salafy, Kenapa sekarang kita dinasehatkan untuk jangan terpengaruh Salafy ?

Ada perbedaan besar antara guru Pak Nurhasan yang Salafy dengan Salafy Indonesia yang diikuti oleh waspada354. Salafy pada zaman dahulu dimaksudkan untuk menyebut para ulama sholih. Sesuai definisinya:

Salaf (bahasa Arab: السلف الصلح Salafis-sholih) adalah generasi pertama dari kalangan sahabat dan tabi'in yang berada di atas agama, yang selamat dan bersih dengan wahyu Alloh. Yang selanutnya Salafy ini juga ditujukan kepada orang-orang yang mengajarkan agama Islam secara murni.

Ini sangat berbeda dengan orang-orang mantan LDII yang ikut Salafy Indonesia. Mereka (para mantan LDII itu) justru kebanyakan berpedoman pada ulama-ulama mereka sendiri. Salah satu contohnya adalah masalah Tidak bolehnya mengusap tengkuk dalam sholat. Referensi mereka adalah para ulama padanan mereka sendiri. Kita tahu, walaupun seseorang itu sudah belajar di Mekkah, namun tidak mengikuti apa yang ada di Qur'an dan Hadits, tentunya tidak bisa dijadikan pedoman. Apalagi jika mereka mengkultuskan para ulama-ulama tersebut. Ini kesalahan besar mereka, di mana mereka mengatakan bahwa LDII mengkultuskan ulama, padahal justru mereka sendiri yang mengkultuskan seorang ulama tanpa memandang apakah yang disampaikannya itu benar atau salah.

Oh iya, di sini saya tidak memojokkan orang Salafy Indonesia, karena saya yakin, mereka sama dengan LDII, berusaha mencari yang terbaik. Di sini saya berusaha meluruskan orang-orang yang sakit hati kemudian keluar dari LDII dan masuk ke Salafi.

3. Kalau Salafy yaitu kaum muslimin yang hanya mau meneladani dan hanya mau mengikuti para salafusholih dibilang salah, berarti kalian telah mengingkari Nabi Muhammad, Sahabat, Tabiin, Tabiuttabiin yang berarti kalian telah mengingkari Allah... Bukankah itu kafir namanya ?

Ini lagi-lagi senjata makan tuan untuk mereka. Mereka mengatakan kalau orang-orang yang mengikuti ajaran Nabi itu salah. Mereka menyebutkan bahwa hanya aliran Salafi-lah yang benar, atau tepatnya. Artinya, para mantan LDII yang masuk salafi ini adalah justru orang-orang khawarij, yang mengkafir-kafirkan orang Islam lainnya.

Berikut ini kutipan artikel yang diposting oleh mantan warga LDII tersebut.

=============================
Kisah Nyata ini dari seorang warga354 dari Jakarta, sebutlah si Joko

Didalam acara pengajian sambung kelompok yang biasa dihadirinya, sering terdengar kalo dulu Pak Nurhasan belajar ilmu islam dari tempat aselinya islam, yaitu diMakkah.

Hal inilah yang selalu menjadi kebanggaan si Joko dan kebanggaan semua warga354, karena warga354 yakin ilmu 354 aseli dari Makkah!

Dimakalah CAI 2005 hal. 128, bahkan dituliskan bahwa ada sekurang-kurangnya 10 Masyaikh dari Haramain tempat Pak Nurhasan berguru.

Diantaranya :
1. Umar Hamdan
2. Abu Samah
3. Muhammad Siraj
4. Sayyid Amin
5. Syaikh Hijazi
6. Mahmud Sueh
7. Sayyid Alwi
8. Ustadz Abdullah
9. Syaikh Bakir
10. Syaikh Imam Malik
11. Syaikh Abd Razaq

Akhir-akhir ini sering terdengar di acara pengajian 354, bahwa kami semua warga354 dinasehati untuk tidak terpengaruh dengan pengajian salafy...

dikatakan "mereka yang menyebut dirinya salafy mungkin mirip dengan kita... tapi mereka bukan jamaah"... "selain jamaah kita ini di Indonesia ini kafir...".. begitulah nasehat ( lebih tepat disebut doktrin ) yang biasa terdengar dipengajian kelompoknya...

Namun kagetlah si Joko, karena setelah dia mencari tahu ... bahwa ternyata :
Tidak ada satupun dari gurunya pak Nurhasan yang orang LDII ( agama LDII belum ada waktu itu)
Tidak ada satupun dari gurunya pak Nurhasan yang berakidah Syiah (menghalalkan berbohong)
Tidak ada satupun dari gurunya pak Nurhasan yang berakidah Khawarij (menganggap kafir orang islam selain golongannya)
Tidak ada satupun dari gurunya pak Nurhasan yang mewajibkan menyetor upeti bulanan s/d 10% (Isrun), dan semua hal yang diatasnamakan ijtihad versi 354...

Karena Apa ?

Karena semua Guru pak Nurhasan itu , semuanya salafy.... mereka semua adalah Ahlussunnah Waljamaah Assalafy, yaitu kaum muslimin yang meneladani dan mengikuti para salafusholih ( Nabi, Sahabat, Tabiin, Tabiuttabiin ) , tanpa menambah dan mengurangnya sedikitpun. Karena tidak ada jalan selamat bagi kita semua kecuali mengikuti jalan mereka.

Makin kagetlah si Joko, ketika dia mengetahui bahwa makna Jamaah itu adalah mereka yang hanya mau mengikuti Nabi, Sahabat, Tabiin, Tabiuttabiin tanpa menambah dan menguranginya sedikitpun.

Kalau semua gurunya Pak Nurhasan Salafy, Kenapa sekarang kita dinasehatkan untuk jangan terpengaruh Salafy ?

Kalau Salafy itu dibilang salah, berarti pak Nurhasan juga salah, karena pak Nurhasan kan belajar ke salafy ?

Kalau Salafy yaitu kaum muslimin yang hanya mau meneladani dan hanya mau mengikuti para salafusholih dibilang salah, berarti kalian telah mengingkari Nabi Muhammad, Sahabat, Tabiin, Tabiuttabiin yang berarti kalian telah mengingkari Allah... Bukankah itu kafir namanya ?

Kalau hanya mau mengikuti salafusholih dibilang salah, terus siapa yang benar ?
Afalaa Tatafakkaruun ? Afalaa Ta'qiluun ? Apakah kalian tidak berfikir ? wahai gurune jagad!
=============================

Senin, 01 Februari 2010

Jenazah Merekapun Tertolak

Suatu blog di internet yang ditulis oleh mantan warga LDII dengan bangga mempublikasikan berita bahwa ada suatu daerah muslim yang mengucilkan dan tidak mau menyolati warga LDII yang meninggal dunia. Kita lihat dua poin utamanya, yaitu:

1. Tidak ada bukti kebenaran berita ini.

2. Jika berita ini benar, maka orang-orang yang menolak menyolati jenazah, apakah pantas jika dikatakan kaum muslim?

Sesuai dalil:

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ حَدَّثَنَا الشَّيْبَانِيُّ عَنْ عَامِرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ بِقَبْرٍ قَدْ دُفِنَ لَيْلًا فَقَالَ مَتَى دُفِنَ هَذَا قَالُوا الْبَارِحَةَ قَالَ أَفَلَا آذَنْتُمُونِي قَالُوا دَفَنَّاهُ فِي ظُلْمَةِ اللَّيْلِ فَكَرِهْنَا أَنْ نُوقِظَكَ فَقَامَ فَصَفَفْنَا خَلْفَهُ قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ وَأَنَا فِيهِمْ فَصَلَّى عَلَيْهِ

Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il, telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid, telah menceritakan kepada kami Asy-Syaibaniy, dari 'Amir dari Ibnu 'Abbas RA, berkata dia: "Rosululloh SAW melewati kubur yang telah dimakamkan malam hari. Maka Beliau bertanya: "Kapan dimakamkan jenazah ini?. Mereka menjawab: "Tadi malam". Beliau bertanya kembali: "Mengapa kalian tidak memberi tahu aku?". Mereka menjawab: "Kami memakamkannya pada malam yang gelap gulita dan kami sungkan untuk membangunkan engkau". Maka Beliau berdiri dan membariskan kami di belakang Beliau. Ibnu 'Abbas RA berkata: "Dan aku hadir bersama mereka, maka kemudian Beliau melaksanakan sholat untuknya (jenazah) ". (HR Shohih Bukhori No. 1237)

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَلِيٍّ الْمَنْجُوفِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا رَوْحٌ قَالَ حَدَّثَنَا عَوْفٌ عَنْ الْحَسَنِ وَمُحَمَّدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ اتَّبَعَ جَنَازَةَ مُسْلِمٍ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا وَكَانَ مَعَهُ حَتَّى يُصَلَّى عَلَيْهَا وَيَفْرُغَ مِنْ دَفْنِهَا فَإِنَّه يَرْجِعُ مِنْ الْأَجْرِ بِقِيرَاطَيْنِ كُلُّ قِيرَاطٍ مِثْلُ أُحُدٍ وَمَنْ صَلَّى عَلَيْهَا ثُمَّ رَجَعَ قَبْلَ أَنْ تُدْفَنَ فَإِنَّهُ يَرْجِعُ بِقِيرَاطٍ تَابَعَهُ عُثْمَانُ الْمُؤَذِّنُ قَالَ حَدَّثَنَا عَوْفٌ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Abdullah bin Ali Al Manjufi, berkata dia: telah menceritakan kepada kami Rauh, berkata dia: telah menceritakan kepada kami 'Auf dari Al Hasan dan Muhammad dari Abu Huroiroh, bahwa Rosululloh SAW telah bersabda: "Barangsiapa mengiringi jenazah muslim, karena iman dan mengharapkan balasan dan dia selalu bersama jenazah tersebut sampai disholatkan dan selesai dari penguburannya, maka dia pulang dengan membawa dua qiroth. Setiap qiroth setara dengan gunung Uhud. Dan barangsiapa menyolatkannya dan pulang sebelum dikuburkan maka dia pulang membawa satu qiroth". Hadits seperti ini juga diriwayatkan dari Utsman Al Mu`adzin, dia berkata; telah menceritakan kepada kami 'Auf dari Muhammad dari Abu Huroiroh dari Nabi SAW. (HR Shohih Bukhori No. 45)

Setidaknya dari dua hadits di atas saja, apakah benar jika seorang muslim (apalagi banyak) tidak mau menyolati kaum muslim lainnya yang meninggal? Ada buanyak sekali hadits mengenali menyolatkan dan mengantarkan jenazah antar sesama muslim. Apalagi ada pahala yang begitu besar untuk menyolati dan mengantarkan jenazah orang yang meninggal. Benarkah cara mereka untuk tidak mau menyolatkan sesama muslim jika merujuk setidaknya dua hadits di atas?

Inilah berita yang ditulis oleh mantan warga LDII tersebut. Semoga dapat menjadi referensi bagi kita untuk mau menyolati muslim yang meninggal.
==============================

Kisah Nyata ini terjadi di daerah Jawa Tengah, Batang - Pekalongan.

Kaum Muslimin menolak mereka, bahkan ketika mereka sudah meninggal.

Hal ini terjadi karena Kaum Muslimin muak dianggap kafir oleh warga354. Walaupun warga354 berupaya untuk selalu Fathonah Bithonah BudiLuhur (segala cara untuk menutupi ajaran aslinya), tapi Kaum Muslimin didaerah itu tahu, kalau mereka dianggap orang kafir.

Sehingga, ketika ada salah satu warga354 yang meninggal di daerah itu, Kaum Muslimin serta merta menolaknya..

"Menurut keyakinan kalian... kami ini orang kafir, .... kalau begitu ... ya sudah, bawa sana jenazahnya, jangan dikuburkan disini !"

Warga pun mengusir jenazah warga354 itu...

Wahai para sedulur warga354... sampai kapan kejadian-kejadian ini terus berulang ?
Sampai kapan kalian menggaggap kafir Kaum Muslimin yang bukan warga354 ?
Sampai kapan akidah kalian seperti ini ?

Wallahulmusta'an

==============================