Senin, 01 Februari 2010

Jenazah Merekapun Tertolak

Suatu blog di internet yang ditulis oleh mantan warga LDII dengan bangga mempublikasikan berita bahwa ada suatu daerah muslim yang mengucilkan dan tidak mau menyolati warga LDII yang meninggal dunia. Kita lihat dua poin utamanya, yaitu:

1. Tidak ada bukti kebenaran berita ini.

2. Jika berita ini benar, maka orang-orang yang menolak menyolati jenazah, apakah pantas jika dikatakan kaum muslim?

Sesuai dalil:

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ حَدَّثَنَا الشَّيْبَانِيُّ عَنْ عَامِرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ بِقَبْرٍ قَدْ دُفِنَ لَيْلًا فَقَالَ مَتَى دُفِنَ هَذَا قَالُوا الْبَارِحَةَ قَالَ أَفَلَا آذَنْتُمُونِي قَالُوا دَفَنَّاهُ فِي ظُلْمَةِ اللَّيْلِ فَكَرِهْنَا أَنْ نُوقِظَكَ فَقَامَ فَصَفَفْنَا خَلْفَهُ قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ وَأَنَا فِيهِمْ فَصَلَّى عَلَيْهِ

Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il, telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid, telah menceritakan kepada kami Asy-Syaibaniy, dari 'Amir dari Ibnu 'Abbas RA, berkata dia: "Rosululloh SAW melewati kubur yang telah dimakamkan malam hari. Maka Beliau bertanya: "Kapan dimakamkan jenazah ini?. Mereka menjawab: "Tadi malam". Beliau bertanya kembali: "Mengapa kalian tidak memberi tahu aku?". Mereka menjawab: "Kami memakamkannya pada malam yang gelap gulita dan kami sungkan untuk membangunkan engkau". Maka Beliau berdiri dan membariskan kami di belakang Beliau. Ibnu 'Abbas RA berkata: "Dan aku hadir bersama mereka, maka kemudian Beliau melaksanakan sholat untuknya (jenazah) ". (HR Shohih Bukhori No. 1237)

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَلِيٍّ الْمَنْجُوفِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا رَوْحٌ قَالَ حَدَّثَنَا عَوْفٌ عَنْ الْحَسَنِ وَمُحَمَّدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ اتَّبَعَ جَنَازَةَ مُسْلِمٍ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا وَكَانَ مَعَهُ حَتَّى يُصَلَّى عَلَيْهَا وَيَفْرُغَ مِنْ دَفْنِهَا فَإِنَّه يَرْجِعُ مِنْ الْأَجْرِ بِقِيرَاطَيْنِ كُلُّ قِيرَاطٍ مِثْلُ أُحُدٍ وَمَنْ صَلَّى عَلَيْهَا ثُمَّ رَجَعَ قَبْلَ أَنْ تُدْفَنَ فَإِنَّهُ يَرْجِعُ بِقِيرَاطٍ تَابَعَهُ عُثْمَانُ الْمُؤَذِّنُ قَالَ حَدَّثَنَا عَوْفٌ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Abdullah bin Ali Al Manjufi, berkata dia: telah menceritakan kepada kami Rauh, berkata dia: telah menceritakan kepada kami 'Auf dari Al Hasan dan Muhammad dari Abu Huroiroh, bahwa Rosululloh SAW telah bersabda: "Barangsiapa mengiringi jenazah muslim, karena iman dan mengharapkan balasan dan dia selalu bersama jenazah tersebut sampai disholatkan dan selesai dari penguburannya, maka dia pulang dengan membawa dua qiroth. Setiap qiroth setara dengan gunung Uhud. Dan barangsiapa menyolatkannya dan pulang sebelum dikuburkan maka dia pulang membawa satu qiroth". Hadits seperti ini juga diriwayatkan dari Utsman Al Mu`adzin, dia berkata; telah menceritakan kepada kami 'Auf dari Muhammad dari Abu Huroiroh dari Nabi SAW. (HR Shohih Bukhori No. 45)

Setidaknya dari dua hadits di atas saja, apakah benar jika seorang muslim (apalagi banyak) tidak mau menyolati kaum muslim lainnya yang meninggal? Ada buanyak sekali hadits mengenali menyolatkan dan mengantarkan jenazah antar sesama muslim. Apalagi ada pahala yang begitu besar untuk menyolati dan mengantarkan jenazah orang yang meninggal. Benarkah cara mereka untuk tidak mau menyolatkan sesama muslim jika merujuk setidaknya dua hadits di atas?

Inilah berita yang ditulis oleh mantan warga LDII tersebut. Semoga dapat menjadi referensi bagi kita untuk mau menyolati muslim yang meninggal.
==============================

Kisah Nyata ini terjadi di daerah Jawa Tengah, Batang - Pekalongan.

Kaum Muslimin menolak mereka, bahkan ketika mereka sudah meninggal.

Hal ini terjadi karena Kaum Muslimin muak dianggap kafir oleh warga354. Walaupun warga354 berupaya untuk selalu Fathonah Bithonah BudiLuhur (segala cara untuk menutupi ajaran aslinya), tapi Kaum Muslimin didaerah itu tahu, kalau mereka dianggap orang kafir.

Sehingga, ketika ada salah satu warga354 yang meninggal di daerah itu, Kaum Muslimin serta merta menolaknya..

"Menurut keyakinan kalian... kami ini orang kafir, .... kalau begitu ... ya sudah, bawa sana jenazahnya, jangan dikuburkan disini !"

Warga pun mengusir jenazah warga354 itu...

Wahai para sedulur warga354... sampai kapan kejadian-kejadian ini terus berulang ?
Sampai kapan kalian menggaggap kafir Kaum Muslimin yang bukan warga354 ?
Sampai kapan akidah kalian seperti ini ?

Wallahulmusta'an

==============================

Tidak ada komentar:

Posting Komentar